Bias Cahya Islami (21312452)
4tb03
Arjuno
Lalijiwo
Kawasan konservasi Arjuno Lalijiwo adalah daerah administratif tempat Gunung Arjuno berada, dan berada di tiga kawasa kabupaten, yaitu Malang, Pasuruan dan Mojokerto. Kawasan konservasi cagar alam Arjuno Lalijiwo berada di bawah Balai Konservadi Sumber Daya Alam Jatim II, yang dibentuk untuk tujuan penelitian, pariwisata dan ilmu pengetahuan. Hal yang tak kalah pentingnya adalah, konservasi ini ditetapkan untuk tujuan melindungi segala kekayaan yang ada di kawasan Arjuno Lalijiwo.
Kawasan Arjuno Lalijiwo memiliki luas
4960 hektar, meliputi gunung Welirang, Gunung Arjuno, Gunung Kembar I dan II.
Kawasan Arjuno Lalijiwo memiliki vegetasi hutan tropika, dimana terdapat banyak
tumbuhan seperti pinus, cemara, wadang dan triwulan tumbuh di sini. Sedangkan
untuk fauna, kawasan ini berada di garis Wallace, yang termasuk dalam zona
fauna Asia seperti babi hutan, kijang, elang Jawa dan masih banyak lagi.
Penetapan
Sebagai Kawasan Konservasi
Arjuno Lalijiwo ditetapkan sebagai Cagar Alam berdasarkan
SK Mentan Nomer: 250/Kpts/Um/5/1972. Kawasan Hutan Arjuno Lalijiwo ditetapkan
sebagai kawasan Taman Hutan Rakyat Raden Soerjo berdasarkan Surat Keputusan
Menteri Kehutanan No. 1128/Kpts- II/1992 tanggal 19 September 1992 dengan luas
25.000 Ha. Sedangkan pembangunannya ditetapkan berdasarkan keputusan Presiden
No. 29 Tahun 1992 tanggal 20 Juni 1992. Kawasan konservasi Arjuno Lalijiwo
adalah daerah administratif tempat Gunung Arjuno berada, dan berada di tiga
kabupaten, yaitu Malang, Pasuruan dan Mojokerto. Kawasan konservasi Cagar Alam
Arjuno Lalijiwo berada di bawah Balai Konservadi Sumber Daya Alam Jatim II,
yang dibentuk untuk tujuan penelitian, pariwisata dan ilmu pengetahuan. Hal
yang tak kalah pentingnya adalah, konservasi ini ditetapkan untuk tujuan
melindungi segala kekayaan yang ada di kawasan Arjuno Lalijiwo.
Pencapaian
Untuk
menuju Gunung Arjuno Welirang, kita dapat melalui beberapa jalur dari Kota
Malang, di antaranya yaitu dari Batu dan Lawang. Bisa juga dengan melalui rute Tretes
di Pasuruan. Untuk menuju Gunung Arjuno yang paling menantang adalah lewat
jalur Kota Batu karena jarang dirambah pendaki sehingga masih terkesan alami.
Dari Malang menuju Batu Anda bisa naik angkutan dari Terminal Landungsari atau
menyarternya dengan ongkos Rp. 200.000 per mobil angkutan. Saat ini banyak
provider petualangan yang menawarkan jelajah alam menuju Arjuno. Di Kota Batu
juga sudah ada kelompok pendaki lokal yang menawarkan jasa guiding maupun
porter. Salah satu provider menawarkan paket ini untuk dua orang Rp
1.225.000,-/orang, untuk empat orang Rp 710.000,-/orang, dan untuk enam orang
Rp 530.000,-/orang.
Dari
Kota Batu pendakian Arjuno diawali dari Dusun Junggo, Desa Tulungrejo.
Kebanyakan pendaki memilih titik awal dari Pura Arjuna Giri Luhur yang indah.
Hamparan perkebunan apel, strawberry, dan berbagai sayuran ada di kanan kiri di
kawasan tersebut. Dari pusat Kota Batu, Anda bisa menyewa mikrolet agar bisa
diantarkan ke pura tersebut. Jalur menuju pura itu melewati sebuah pabrik tua
yang misterius. Saat ini, Pemkot Batu telah memuluskan jalur itu dengan aspal
sehingga tidak perlu kendaraan offroad untuk tiba di pura. Jika beruntung, para
pendaki akan mendapati sejumlah umat Hindu yang tengah beribadah di pura
tersebut. Jalur ini sebenarnya sudah dikenal pendaki bahkan dari luar negeri.
Tidak sedikit pendaki dari Malaysia dan Singapura yang menempuh jalur Junggo.
Pendakian dari titik ini membutuhkan waktu sekitar tujuh jam untuk tiba di
puncak Arjuno.
Masyarakat
setempat menganggap bahwa gunung tersebut masih mistis, terutama memasuki
kawasan hutan Lalijiwo (dari bahasa Jawa, lali:
lupa, jiwo: jiwa).
Mitosnya mengatakan bahwa kawasan ini adalah pasar setannya Gunung Arjuno.
Lebih baik dihormati saja mitos setempat, agar selamat sampai ke puncak Arjuno.
Lalijiwo sendiri melingkar di seluruh pinggang Gunung Arjuno. Selepas Lalijiwo,
maka jalur akan menembus dua puncak kecil. Selepas itu, tibalah di puncak
Arjuno atau kerap disebut puncak Ogal-agil. Di kawasan yang dipenuhi berupa
susunan batu-batu besar, sejumlah edelweis liar tampak tegar menghadap
panorama. Dari sini kita dapat menikmati panorama yang sangat indah, dan pada
malam hari kita dapat menikmati kerlap-kerlip lampu kota Surabaya, Malang, Batu
dan Pasuruan. Angin di puncak sangat kencang dan suhunya antara 5 –10 derajat
celcius.
Dari
situ biasanya pendaki akan turun menuju ke dekat Gunung Kembar I, melewati
Lembah Kijang yang terkenal kemudian ke arah Gunung Welirang. Yang menarik di
Arjuno sebenarnya adalah keberadaan situs purbakala. Terdapat sekitar 52 pusat
purbakala di lereng Arjuno, di antaranya Goa Onto Boego, Komplek Tampuono,
Makam Eyang Abiyoso, Eyang Sekutrem, Eyang Madrem, Goa Nogogini, dan Sendang
Dewi Kunti. Bahkan ada juga Komplek Eyang Semar, Mahkutoromo, Sepilar, dan
Komplek Candi Jawadipa. Pendek kata, segala macam situs di tempat itu memiliki
nama pewayangan dalam cerita Mahabharata.
Jika
pendakian melewati jalur Cangar, pertama pendaki bisa mulai di gapura Desa
Sumberbrantas. Di sini pendaki bisa mengambil air di masjid atau tempat mandi
umum di tepi jalan di dekat gapura untuk persediaan di perjalanan. Untuk menuju
titik pendakian, kita harus berjalan kaki melewati rumah-rumah penduduk Desa
Sumberbrantas. Setelah itu kita melewati hamparan perkebunan sayur yang
menghampar di sepanjang perbukitan. Waktu yang diperlukan untuk mencapai
perbatasan vegetasi ini sekitar 1,5-2 jam. Dari jalur ini merupakan batas
antara hutan dengan perkebunan di mana untuk mencapainya kita harus menyusuri
jalan utama yang ada di perkebunan tersebut.
Dari
titik pendakian, jalan yang kita lalui relatif menanjak dengan vegetasi hutan
hujan basah yang cukup lebat. Kita bisa menjumpai berbagai
macam bunga anggrek yang tumbuh liar di batang pepohonan, tanaman perdu
dengan bunga liar, serta arbai hutan yang tumbuh di sepanjang jalan.
Selanjutnya akan dijumpai pertigaan, bila mengambil jalan lurus
akan menuju Gunung Arjuno, sebaliknya bila mengambil jalan ke kiri akan
menuju Gunung Welirang. Pendaki bisa mendirikan camp di sini bila telah
menjelang sore, karena tempatnya yang relatif datar dan tertutup. Waktu
yang dibutuhkan untuk bisa sampai di sini sekitar 3-4 jam.
Jika
ingin menuju puncak Gunung Welirang terlebih dahulu membutuhkan waktu lebih
kurang 4-5 jam. Dari pertigaan ini jalanan yang ditempuh sangat bervariasi.
Dimulai dari hutan heterogen yang relatif rimbun, kita akan menyusuri bibir
jurang dengan bunga-bunga edelweis yang tumbuh liar di seberangnya.
Sesekali kita akan melihat elang yang terbang melintas di atas perbukitan.
Selain itu hamparan pegunungan akan terlihat di sini. Setelah menyusuri
bibiran jurang kita akan menemui padang ilalang dengan bebatuan yang ada
di sekitarnya. Dari sini kita sudah dapat mencium bau belerang yang terbawa
oleh angin. Jika dari puncak Welirang menuju puncak Arjuno akan menjumpai hutan
heterogen dan padang rumput. Setelah menempuh sekitar sejam perjalanan akan
tiba di Pondok Welirang (Welirangan). Dari sini menuju Lembah Kijang dengan
keadaan medan datar dan melewati padang rumput dengan lama perjalanan
15-20 menit. Di Lembah Kijang terdapat sumber air yang cukup bersih airnya dan
kita bisa pula mendirikan camp di sini. Dari Lembah Kijang menuju puncak Gunung
Arjuno kondisi medan menanjak dengan melewati sabana dan hutan homogen.
Jika
melewati jalur Lawang dimulai dari Terminal Arjosari dengan naik angkutan umum
LA dan turun di pasar Lawang. Di sini kita bisa menyiapkan perbekalan sebelum
melanjutkan perjalanan. Setelah itu perjalanan dilanjutkan dengan
mencarter pick up dan turun di kebun teh pintu sebelah utara. Di sini kita bisa
langsung mengurus perijinan dan melanjutkan perjalanan. Apabila kita
ingin menikmati pemandangan alam sambil beristirahat, kita bisa melewati pintu
sebelah utara, karena dari pintu sebelah utara bisa langsung masuk Agro wisata
kebun teh, yang tersedia penginapan serta fasilitas yang relatif lengkap bagi
setiap pengunjungnya. Untuk memasuki tempat ini kita harus membayar kontribusi.
Dari pos PHPA ke Pondok Seng II lama perjalanan 2 jam, melewati perkebunan teh.
Dari Pondok Seng II menuju Gunung Lincing perjalanan ditempuh sekitar 4 jam,
melewati padang rumput dan hutan heterogen dengan kondisi medan yang sangat
menanjak. Lalu dari Gunung Lincing menuju puncak Gunung Arjuno lama perjalanan sekitar
6-7 jam melewati hutan Lalijiwo, dan padang rumput yang sangat menanjak sebelum
sampai ke puncak. Jika dari puncak Arjuno menuju puncak Welirang lama
perjalanan sekitar 5 jam dengan kondisi medan menanjak yang berupa susunan
bebatuan yang bertingkat-tingkat. Jalur dari puncak Gunung Welirang ke puncak
Gunung Arjuna atau sebaliknya dapat melewati tiga jalur, yaitu: dari
Gunung Welirang menembus puncak Gunung Kembar I, Gunung Kembar II
langsung ke puncak Gunung Arjuna; dari Gunung Welirang, lewat pondok
Welirangan, lembah Kijang, lembah Bakal, langsung puncak; dari puncak
Welirang menyisir Gunung Kembar I , Gunung Kembar II, langsung ke puncak.
Sumber :

Tidak ada komentar:
Posting Komentar