Minggu, 08 Mei 2016

Kawasan Konservasi Nusa Burung



Nusa Barung atau Nusa Barong, adalah sebuah pulau kecil yang terletak di sebelah selatan Pulau Jawa. Pulau ini berada dalam wilayah administratif Kabupaten Jember. Pulau ini merupakan salah satu pulau terluar Indonesia yang terletak di Samudra Hindia dan berbatasan langsung dengan Australia.

Penetapan Sebagai Kawasan Konservasi
Nusa Barung merupakan sebuah kawasan cagar alam yang sudah ditetapkan sejak tahun 1920. Di pulau ini bisa ditemukan beberapa spesies burung, serangga, dan tumbuhan. Fungsi pokok cagar alam ini adalah sebagai perlindungan bagi lutung budeng (Trachypithecus auratus) yang terancam punah. Selain itu, berbagai jenis satwa liar juga terdapat di kawasan Cagar Alam Nusa Barong ini, diantaranya terdiri dari jenis-jenis mamalia, aves dan reptil. Jenis Mamalia yang sering dijumpai yaitu Kera (Macaca fascicularis), Babi hutan (Sus scropa) dan Tupai (Scewius notakas). Jenis-jenis Burung yang ada antara lain Pecuk ular (Antinga rufa), Kuntul (Egrelta sp), Ibis hitam (Plenadis falsinallus), Elang (Elanus sp) dan Burung Rangkong (Aceros undulatus)
Tentang Nusa Barung
Dengan luas 6.100 hektare dan terletak di Samudera Indonesia, Pulau Cagar Alam Pulau Nusa Barong kini mulai menarik perhatian wisatawan. Publik masih belum banyak mengetahui, bahwa Cagar Alam Pulau Nusa Barong adalah cagar alam yang harus dijaga betul dari intervensi manusia. Di dunia maya, sudah ada blogger amatir yang menawarkan Cagar Alam Pulau Nusa Barong sebagai destinasi wisata. Ada pula agensi wisata yang mencoba meminta izin kepada Bidang Konservasi Sumber Daya Alam Wilayah III Jember untuk menjadikan Cagar Alam Pulau Nusa Barong sebagai bagian paket wisata. “Kami belum bisa menerima tawaran itu,” kata Kepala Kepala Bidang Konservasi Sumber Daya Alam Wilayah III Jember, Jawa Timur, Sunandar Trigunajasa. BKSDA lebih memperhatikan konservasi daripada profit yang bisa diambil dari pulau tersebut. Sunadar menjelaskan, Cagar Alam Pulau Nusa Barong memiliki kekhasan dan keunikan, baik dari sisi flora maupun ekosistem. Ada empat ekosistem di pulau itu, yakni ekosistem pantai, hutan payau, hutan rawa, dan hutan hujan dataran rendah.
Jenis tumbuhan di kawasan Cagar Alam Nusa Barong yang diketahui sebanyak 46 jenis. Beberapa jenis. Beberapa jenis yang mudah dijumpai diantaranya Endog-endogan (Xanthophyiium excelsum), Klampok hutan (Eugenia sp), Bogem (brugeura sp), Kalak (Mitrophora javanica), Laban (Vitex pubesecens), Salakan (Palmae sp).
Kawasan Cagar Alam Nusa Barong ini memiliki panorama alam berupa pantai pasir putih yang terletak dibagian utara. Selain keindahannya, keunikan lain yang bisa terlihat di pantai ini adalah saat Rusa (Cervus timorensis) dan Kera (Macaca Fascicularis) berdatangan untuk bermain dan mencari siput dan ketam.
Rute
Nusa Barung dapat dijangkau dengan perahu dari pelabuhan nelayan Puger; pulau ini berjarak sekitar 4,5 km di arah barat daya Puger. Sementara Puger, yang berada sekitar 35 km di sebelah barat Kota Jember, dapat dicapai dengan menggunakan taksi atau bus antar kota dari Jember atau Surabaya.
Untuk memasuki Nusa Barung, diperlukan izin dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur, Bidang KSDA Wilayah III Jember.
Sumber :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar